Selasa, 06 Desember 2011
Pakaian Adat Palembang – SONGKET
Pakaian Adat Palembang – SONGKET
Sejarah palembang mencatat terdapat beberapa masa kejayaan , mulai dari kejayaan kerajaan sriwijaya
sampai dengan kesultanan Palembang Darussalam.
Hal ini berpengaruh kepada pakaian adat, songket memiliki unsur gemerlap dan kilauan emas
yang memancar dari kain tenun ini. Rangkaian benang tersusun dan teranyam lewat pola simetris .
Songket tradisional dibuat dengan keterampilan masyarakat yang memahami cara untuk membuat kain bermutu.serta diserasikan dengan design. Dan Kemampuan ini diwariskan secara turun menurun.
Sewet Songket atau kain Songket adalah kain yang biasanya dipakai atau dikenakan sebagai pembalut bagian bawah pakaian wanita. Biasanya sewet ini berteman dengan kemban atau selendang.
Kain tenun songket Palembang ini, sangat menarik, ditelusuri sejarahnya, maknanya, dan teknik pembuatannya. Kalau kita menilik warnanya yang khas, dan motif hiasnya yang indah, pastilah kita berkesimpulan bahwa songket ini dibuat dengan keterampilan, ketelatenan, kesabaran,dan daya kreasi yang tinggi.
sampai dengan kesultanan Palembang Darussalam.
Hal ini berpengaruh kepada pakaian adat, songket memiliki unsur gemerlap dan kilauan emas
yang memancar dari kain tenun ini. Rangkaian benang tersusun dan teranyam lewat pola simetris .
Songket tradisional dibuat dengan keterampilan masyarakat yang memahami cara untuk membuat kain bermutu.serta diserasikan dengan design. Dan Kemampuan ini diwariskan secara turun menurun.
Sewet Songket atau kain Songket adalah kain yang biasanya dipakai atau dikenakan sebagai pembalut bagian bawah pakaian wanita. Biasanya sewet ini berteman dengan kemban atau selendang.
Kain tenun songket Palembang ini, sangat menarik, ditelusuri sejarahnya, maknanya, dan teknik pembuatannya. Kalau kita menilik warnanya yang khas, dan motif hiasnya yang indah, pastilah kita berkesimpulan bahwa songket ini dibuat dengan keterampilan, ketelatenan, kesabaran,dan daya kreasi yang tinggi.
Jumat, 04 November 2011
Kamis, 03 November 2011
*DOA ANAK SOLEHA*
DOA ANAK SOLEHA
Diposkan oleh EvaListianaSundu di 03:46 Minggu, 03 April 2011
masih ingatkah bunda bagaimana bunda dengan sambil menahan rasa sakit yang dirasa tapi dilupakan semua itu hanya karena ingin memeluk ananda yang lemah ini,
masih ingatkah bunda bagaimana dengan sabarnya menjaga dan menyusui ananda yang saat itu belum bisa apa-apa, walaupun harus menyita waktu istirahat bunda
Bunda,
Bila ananda tatap wajahmu, membelai rambutmu, mengingat namamu dan melihat senyum mu
Maka yang ananda lihat adalah bagaikan seorang malaikat yang turun ke bumi
Serasa terbang jiwa ini tatkala melihat bunda bahagia dan tersenyum,
Serasa bagai di kelilingi malaikat penjaga tatkala bunda memegang tangan ini dan memeluk tubuh ini
Bunda,
Dalam jiwa dan tubuh ini mengalir jiwamu,
Dalam darah yang mengalir di seluruh tubuh ini mengalir darahmu.
Engkau bagaikan belahan jiwa yang ada di tubuh ini, itulah kenapa terasa sakit sekali jiwa dan hati ini saat ananda melihat bunda tersakiti, saat ananda melihat bunda menangis.
Biarlah tubuh ini terluka, biarlah jiwa ini terbang, biarlah hati ini hancur asalkan bunda tidak tersakiti, asalkan bunda merasa bahagia, asalkan bunda jangan menangis dan menderita.
Kamis, 27 Oktober 2011
Arti Lambang Adat TUNGGU TUBANG
Lambang Adat Semende atau Lambang Tunggu Tubang terdiri dari lime unsur yaitu GUCI, KUJUR, TUBANG, KAPAK dan JALE (lime bemakne Rukun Islam). Namun ade pule ye menambahkan unsur SAWAH/TEBAT/PAUH (menjadi enam unsur/simbol rukun iman). Tebat/Pauh ini sebagai simbol mata pencaharian utama suku Semende dan pengelolaan harta warisan orangtua yang membutuhkan keuletan dan kesabaran Tunggu Tubang.
1. TUBANG retinye badah balik (cube kinak badah tubang, biasenye di dapuw!) bukan retinye penyimpanan segale
2. GUCI retinye penyimpanan segale rahasie
3. KUJUR retinye kejujuran (luk hurud Alif), nak luhus ati;amanah
4. KAPAK retinye keadilan; berlaku adil, memisahkan yang haq dan yang bathil
5. JALE retinya penghimpunan, nunggalkah apit jurai,dsb
(Sumber: http://www.facebook.com/topic.php?uid=129989692694&topic=13038)
Arti Lambang Adat TUNGGU TUBANG
Lambang Adat Semende atau Lambang Tunggu Tubang terdiri dari lime unsur yaitu GUCI, KUJUR, TUBANG, KAPAK dan JALE (lime bemakne Rukun Islam). Namun ade pule ye menambahkan unsur SAWAH/TEBAT/PAUH (menjadi enam unsur/simbol rukun iman). Tebat/Pauh ini sebagai simbol mata pencaharian utama suku Semende dan pengelolaan harta warisan orangtua yang membutuhkan keuletan dan kesabaran Tunggu Tubang.
1. TUBANG retinye badah balik (cube kinak badah tubang, biasenye di dapuw!) bukan retinye penyimpanan segale
2. GUCI retinye penyimpanan segale rahasie
3. KUJUR retinye kejujuran (luk hurud Alif), nak luhus ati;amanah
4. KAPAK retinye keadilan; berlaku adil, memisahkan yang haq dan yang bathil
5. JALE retinya penghimpunan, nunggalkah apit jurai,dsb
(Sumber: http://www.facebook.com/topic.php?uid=129989692694&topic=13038)
| http://static.wetpaint.com/img/bg/1.png?v=20110926130722 SEMENDE | |
Langganan:
Postingan (Atom)






























